Tuesday, July 30, 2013

PASCA KEHIDUPAN TAN TEK SIOE





Kehebohan melanda kampung terpencil Sumberagung ketika mendengar kabar bahwa sosok ini telah tewas di Singapore. Banyak kalangan tidak mempercayai berita ini dan malah membuat blunder dengan menyebar isu bahwa seolah-olah sosok sakti ini tidak mati, tapi telah "moksa" bersama jasadnya.

Disamping itu banyak orang ambil kesempatan dengan berusaha mengambil barang-barang milik peninggalannya. Banyak orang mengira tokoh ini menyimpan harta benda berharga di dalam padhepokannya. Namun tidak ada seorangpun mendapatnya karena harta terpendamnya yang paling berharga justru berupa buku-buku karya sastra yang dipenuhi syair/mantra magis telah di serahkan oleh Tan Tek Sioe kepada satu-satunya orang kepercayaannya yakni centengnya yang adalah seorang warga pribumi bernama Sidhik, beberapa waktu sebelum ia dipaksa dibawa ke Singapore. Karena kesulitan ekonomi dimasa perang sipil di tahun 1965-1967 akhirnya harta karun tersebut jatuh ketangan Iskak, seseorang yang dikemudian hari dikenal sebagai dukun sakti di Sumberagung.

[Pada medio tahun 1965-1967, terjadi “perang sipil” di seantero Indonesia (baca : Jawa Timur) khususnya di Blitar Selatan yang meminta korban tewas tanpa pernah bisa dihitung hingga kini. Peristiwa ini berimbas juga di Sumberagung dan mengakibatkan Rumah Dinas/Loji sang ayah angkat Tan Tek Sioe dijarah massa yang dimotori oleh para santri hingga hanya menyisakan pondasinya saja]

Pada medio 1980-an datang serombongan orang yang mencurigakan ke kampung terpencil Sumberagung mengaku sebagai ahli waris Tan Tek Sioe dan ingin meminta semua harta yang pernah ditinggalkannya. Berbagai jurus telah di keluarkan mereka, bahkan mereka mengaku sebagai utusan Raja Surakarta, dan menyatakan bahwa Tan Tek Sioe merupakan keturunan Raja Surakarta dari salah satu selir keturunan Cina walaupun tanpa mampu menyebut namanya.

[Namun, akhirnya mereka cuma mendapatkan tumpukan batu di bekas padhepokan Tan Tek Sioe karena ternyata warga Sumberagung tidak mau menghiraukan kehadiran mereka]

KONDISI TERKINI

Penulis merasa terkaget-kaget dan tidak habis pikir ketika di pertengahan tahun 2013 penulis sempetin melihat kondisi Goa Tan Tek Sioe yang begitu kontras dengan kondisi tiga dekade yang lalu yang masih nampak begitu alami dan asri.

Penulis hanya bisa mengelus dada karena kondisi bangunan bersejarah ini sudah rusak parah!! Dicat warna-warni dan dipager besi setinggi 3 meter seenak udelnya serta digembok!!, sehingga pengunjung hanya dapat melongok dari kejauhan. Terdapat beberapa mess yang dibangun serampangan. Siapakah gerangan para perusak situs sejarah ini??

[Sebagai bentuk protes, penulis tidak mau bikin foto terbaru disana apalagi menampilkan gambar terbarunya dalam situs ini...]

No comments: