[Yang dimaksud sejarah Tan Tek Sioe/Tan Tik Siu/Tan Tiek Sioe di
sini adalah sejarah seorang tokoh legendaris keturunan China etnis Hokkian
penyandang penyakit autisme semenjak lahir yang tumbuh dan besar di sebuah
kampung terisolir Sumberagung-Rejotangan-Tulungagung-Jawa Timur]
Dalam perspektif ajaran Tao, pribadi Tan
Tek Sioe lebih dikenal sebagai salah satu dewa lokal yang patut disembah sehingga
dia dilabeli gelar “Sian” dibelakang namanya yang berarti “Dewa”. [Dalam ajaran
Tao, seseorang dapat dianggap sebagai dewa bila ilmunya sudah mencapai puncak
tertingginya dalam skala piramida ilmu]. Hal ini menjelaskan mengapa para raja
di nusantara zaman dahulu selalu dipersonifikasikan sebagai “dewa tertentu” dan
layak disembah, karena ilmunya telah dianggap mencapai puncak tertinggi dalam
skala piramida ilmu, sebagaimana yang disandang oleh pribadi Tan Tek Sioe.
Sejarah Tan Tek Sioe dianggap penuh misteri terutama bagi yang
tidak mengenal sosok ini bahkan bagi warga asli kampung Sumberagung sekalipun,
selain karena bakat kesaktian yang dimilikinya semenjak lahir, sebagai
keturunan Cina(Hokkian) yang keberadaannya di sebuah kampung yang terisolir
juga menambah kemisteriannya. Dia dikenal sebagai tabib yang disegani yang
tidak pernah mengutip bayaran dan disisi lain juga sebagai seorang sastrawan. Puluhan
judul buku-buku karya sastranya dipenuhi mantera dan syair-syair magis. Namanya begitu
melegenda hingga kini terutama dikalangan penganut ajaran Taoisme dan juga bagi
warga Sumberagung dan sekitarnya.
[Namun ia sempat gamang ketika kepadanya dihadapkan pada sebuah
masalah yang pelik dan harus memutuskan ; apakah tetap akan membiarkan sumber mata air “Sumberbanger” yang
sangat besar yang berada di kaki bukit di arah selatan padhepokanya yang aliran
airnya digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari warga sekitar dan juga
sebagai pemasok air bagi rawa Remang, tapi
dilain pihak, ia juga tidak suka aliran airnya yang
debitnya begitu besar sering merendam sebuah kelenteng di tengah kota
Tulungagung yang berjarak 40-an km ke arah barat dari sumber air ini yang
selalu mengganggu ibadah umat]
Namun alih-alih bikin opsi ketiga ; misalnya bikin
tanggul raksasa atau opsi lain dengan memindahkan kelenteng yang berada dipusat
kota Tulungagung ke tempat aman, tetapi gilanya, pada akhirnya ia malah memilih opsi
kedua walaupun ia tahu akan segala resiko akan tertimpa “kutukan berat”. [paham
yang dianutnya mengkhultuskan sumber air]. Dia malah memilih
menyumbat mata air Sumberbanger bahkan sekaligus unjuk kesaktian di depan
publik dengan jurus saktinya yaitu dengan menyumbatnya menggunakan sebatang
putung rokok.
[Dan benar saja “ia akhirnya memang harus menerima takdirnya yaitu
mendapat kutukan tertingginya”, karena tidak lama
berselang datanglah seorang komandan tentara Inggris yang ketika itu menguasai Singapore
yang atasannya sakit keras tanpa pernah bisa disembuhkan oleh tabib dan dokter
manapun, ia mendapat perintah tegas dari atasanya untuk mencari tabib kemanapun
dan dengan ongkos berapapun. Lantas, ketika melihat kemampuan Tan Tek Sioe, ia membawanya
dengan paksa ke Singapore untuk mengobati atasannya]
Dan ternyata, itulah rupanya akhir dari hidup Tan Tek Sioe...
ia benar-benar
tertimpa kutukan, ia tewas disana dan tak pernah kembali, ia konon
tewas mengenaskan tak berapa lama setelah berhasil menyembuhkan atasan komandan
tentara tersebut tanpa sanak keluarga di dekatnya dan langsung dikremasikan.
Namun kini, bagi sebagian orang yang memiliki kemampuan
tertentu, beberapa diantaranya menyatakan masih sering melihat sosok ini
mondar-mandir disekitar Pasetraan Gondo Majeet lengkap dengan jubah panjang
warna ungu bergaris emas kesukaanya bahkan ketika disiang bolong, yaitu di sebuah
petilasannya berupa padepokan peninggalannya yang lebih dikenal dengan sebutan
Goa Tan Tek Sioe/Goa Tan Tik Siu.
1 comment:
Saya Tanhadi, adalah salah satu pewaris dari Pusaka Tan Tik Sioe Sian berupa Kebut Pusaka yang biasa dipergunakan beliau sehari-hari terutama saat bertapa.
Karena saya pribadi adalah pemeluk agama.Buddha, maka agar Kebut Pusaka tersebut dapat terjaga dengan selayaknya oleh orang yang tepat, maka saya bermaksud menjualnya dengan harga Rp. 35.770.000,-. Bagi para kolektor mau pun pihak Kelenteng yang berminat serius dpt menghubungi.saya di no.hp. 087887021463. Atau di WhatsApp : 081231852885.
Terima kasih.
Tanhadi
Post a Comment