Kisah hidup Tan Tik Sioe tidak lepas dari kutukan seumur hidupnya. Melalui syair yang ia tatah dan abadikan di salah satu dinding padepokan miliknya, menggambarkan apa yang saya tulis ; menyandang penyakit autism, hidup melarat, menyendiri jauh dari sanak famili hingga akhir hayat, dan segudang cerita tragis hidupnya ia tulis begitu jelas dalam syair seperti yang saya kutip di bawah ini dan silahkan dengan bebas dianalisa ;
TOENGGANG KERBOOWMOE
HIDJOOW ITOE ATIE-ATIE
ZONDER SABAAR
TIDAK KAMILIKAN
ZONDER DOEWEET
DJANGAN MOORKAH
DJAOEH FAMILIMOE
TIDAK ANAK DAN BINIE
DJANGAN DJOESTAK
ZONDER OBROLL
TIDAK BOHONG
DJANGAN
POERAK-POERAK
TIDAK TJEREWEET
No comments:
Post a Comment