Tuesday, July 30, 2013

MENGAPA SUMBERAGUNG ISTIMEWA??




Bila anda berdiri di sisi utara bekas Rawa Remang, tepatnya dipinggir jalan inspeksi menuju Sumberagung dan melepaskan pandangan ke arah wilayah Sumberagung, maka anda akan berat hati dan sayang untuk  beranjak. Sepoi tiupan angin dan suguhan pemandangan dengan bentang alam yang sulit mencari tandingannya akan anda temukan disana. Dengan latar belakang liku pegunungan yang nampak keabu-abuan dan hamparan pepohonan nyiur yang menghijau dilembahnya hingga bekas tepian Rawa Remang disisi timur dan selatan, ditambah petak-petak sawah lengkap dengan padi yang menguning menghampar bak permadani di atas bekas Rawa Remang....

Tidak hanya itu saja, ternyata di dalam perut bumi kampung terpencil Sumberagung terdapat potensi cadangan bahan tambang yang luar biasa besar. Tercatat ada aurum, cuprum dan batubara dalam jumlah yang menggiurkan. Pihak kolonial dahulu bahkan sudah membuat pemetaan wilayah untuk keperluan tambang ini. Seluruh akses jalan menuju dan keluar kampung ini merujuk kepentingan eksplorasi tambang masa itu. Semua bentuk kelengkapan akomodasi dan keperluan pendukung serta perumahan bagi operator dan buruh sudah mulai dibangun ; rumah sakit, gereja, sekolah hingga tingkat SMU dan lainnya. Seluruh bekas bangunan-bangunan tersebut masih bisa disaksika dan ditelusuri saat ini...

Namun sejarah rupanya berkata lain, Jepang masuk dan semua diporak-porandakan serdadu penyembah dewa matahari ini.

Setelah Jepang bertekuk lutut pada sekutu, penguasa kolonial masuk lagi dan berupaya mengontrol wilayah ini kembali. Namun ternyata hanya kekecewaan belaka yang mereka temui karena apa yang telah mereka rintis dan mereka bangun sebelumnya semua telah musnah dan malah harus menghadapi para geng penguasa lokal yang merangkap sebagai perampok bengis dan kejam. Diantara mereka bahkan tercatat sebagai Lurah Sumberagung sendiri bernama Wariko dan gangsternya yang terkenal sakti mandraguna yang mengoperasikan sebuah geng rampok yang sangat disegani kawan dan lawan.

“Yang mebedakan geng rampok ini dengan geng rampok lainnya adalah kenekatannya, karena Geng Rampok pimpinan Lurah Wariko ini selalu mengirim utusan terlebih dahulu kepada calon korban pada siang harinya agar korban bersiap-siap untuk dirampok pada malam harinya”

Tidak masuk akal bukan? anda tentu saja tidak mempercayainya, karena saya dulu juga begitu, namun setelah saya verifikasi dengan beberapa warga yang kini sudah uzur yang dimasa itu menjadi saksi hidup, saya justru hanya bisa geleng-geleng kepala keheranan...karena memang begitulah yang terjadi...

“Ciri khas lain yang dimiliki geng rampok ini adalah, dimalam perampokan mereka akan melepaskan beberapa ekor burung merpati selepas magrib yang dipasangi peluit pada sayapnya sebagai pertanda agar warga sekitar jangan ada yang keluar rumah untuk ikut campur tangan...”

Hingga saat ini bila warga Sumberagung ada mendengar suara peluit dari sayap burung merpati yang terbang malam hari masih tidak berani keluar rumah karena takut apes...

[Membicarakan sejarah Sumberagung seolah tidak ada habisnya yang selalu berulang, timbul dan tenggelam. Sekedar cuplikan ; karena Lurah Wariko dan gangsternya tidak mempan ditembak dan sulit dibunuh, konon mereka diikat oleh serdadu kolonial dan ditanam hidup-hidup dalam satu lubang di sebuah pinggiran perbatasan dusun. Satu peleton serdadu kolonial bahkan harus berjaga bergantian selama berminggu minggu dikuburan massal ini sekedar untuk memastikan bahwa mereka sudah mati. Kuburan mereka hingga kini masih ada dan dipelihara sanak keturunan mereka dan selalu dikunjungi keturunannya setiap menjelang puasa ramadan dan menjelang lebaran. Geng Rampok Lurah Wariko memang legendaris dan tiada duanya...]
  

No comments: